Buku merupakan kisah nyata dari seorang anak usia 15 tahun yang terpenjara oleh sekolah formal.
Buku ini cukup inspiratif dan mencerahkan. Penulis memberi resep hidup yang sangat bermakna, untuk senantiasa menganggap setiap hari sebagai hari terakhir kita sehingga hidup menjadi lebih produktif, dengan melakukan yang terbaik dan berbagai kasih sayang. Penulis mengajak untuk merayakan dan mensyukuri kehidupan karena hidup adalah anugerah Tuhan yang sangat indah yang mesti disyukuri.
Buku ini tentang: 1. Kemerdekaan berpikir dan kekuasaan 2. Kebebasan akal- Junanai dan Rumawi 3. Akal dibelenggu- Zaman tengah 4. Kemungkinan Pembebasan- Massa Renaissance dan Reformasi
Buku Ini tentang: 1. Apa itu cerita dan penceritaan 2. Sekilas Psikologi Naratif 3. Zaman Pemaknaan 4. Logoterafi, makna hidup, dan terapi naratif
buku ini tentang : 1. test verbal seperti membaca makalah test persmaan kata 2. test number seperti test aritmatik, seri logika number 3. test logika formil 4. test spasial
buku ini tentang 1. antara minimalisme dan pluralisme 2. hiperfilsafat 3. homo desiderare 4.hasrat di balik sains
Buku ini merupakan buku ajar untuk pendidikan anak usia dini. Materi yang dibahasa dalam buku ini antara lain tentang kegiatan pembelajaran pertumbuhan dan perkembangan anak mulai anak usia 0-8 th. Selain itu juga diulas tenntang prinsip-prinsip perkembangannya, karakteristik, tahapan perkembangan dan teknik pengamatan dan pendokumentasian.
Buku ini mengulas tentang paradigma baru pendidikan anak di rumah dan di sekolah. Bahasan dalam buku ini 1. Siapa anak kita 2. Jangan takut menjadi orang tua 3. Anak kita adalah bintang 4. Kemampuan anak kita seluas samudra 5. Anak kita punya harta karun: Multiple Intelegences 6. Orangtua menjadi penyelam Discovering Ability 7. Menemukan Bakat anak 8. Pilih sekolahnya manusia, jangan s…